Saturday, June 06, 2009




Assalaamu’alaikum Wahai Saudaraku...

Hidup di dunia hanyalah sekejap
Hanya sekejap mata detik, menit, jam, hari, bulan, tahun berlalu.

Bayangkanlah orang tua dari orang tua dari nenek/kakek kita.
Yang hidup dan meninggal di akhir tahun 1800-an.
Bayangkan, sudah berapa lamakah mereka di alam kubur?
Sudah lebih dari 200 tahun... sampai kapan?
Wallahua’lam bissawab.

Yang pasti kita semua juga pasti akan masuk ke alam itu, Alam Kubur.
Sudahkah kita persiapkan diri kita untuk menjawab empat pertanyaan dari para malaaikah begitu kita masuk ke alam itu?
Man Rabbuka? Siapakah Tuhanmu?
Man Nabiyyuka? Siapakah Nabimu?
Maa Diinuka? Apa agamamu?
Maa Imaamuka? Apa Imammu?
Yang menjawab bukanlah mulutmu,
Yang menjawab adalah hatimu, lidahmu, matamu, telingamu, tanganmu, kakimu, semua bagian tubuhmu yang tidak bisa berbicara di dunia fana.
Ingatlah! Satu saja salah menjawab... Cambuk api para malaaikah segera menebas jasad kita yang lemah... Azab Kubur.
Tidak ada yang bisa menolongmu di sana, hartamu yang berlimpah, kendaraanmu yang serba mengkilat, jabatanmu yang kau banggakan, sahabatmu yang engkau bela, bahkan keluarga yang engkau selalu cintai, akan meninggalkanmu sampai di liang lahat. Mereka semua takkan sanggup menemanimu. Hanya tiga penolong yang akan menemanimu, menjagamu samapai datang hari berhisab...
Amal ibadahmu
Ilmu yang bermanfaat
Do’a anak yang sholeh dan sholehah


Lalu apakah yang kau banggakan di dunia yang sekejap mata ini?
Apakah yang kau cari? Uang? Rumah? Mobil? Jabatan? Sahabat? Istri/Suami?

Ingatlah perintah Allah...
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat, 56)

Dan ingatlah janji Allah...
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A’raf, 179)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home